Jakarta - Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan gerai dan fasilitas pendukung untuk 1.000 dari lebih 80.000 koperasi yang didirikan di bawah program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), demikian konfirmasi Menteri Koperasi Indonesia Ferry Juliantono.
Ia mencatat bahwa hingga Februari 2026, pemerintah telah memulai pembangunan fisik hampir 20 ribu koperasi desa, dengan kemajuan rata-rata 20 persen.
"Kita dapat mengharapkan 20.000 koperasi sepenuhnya berdiri pada bulan Mei, mengingat tingkat kemajuan saat ini sebesar 20 persen," ujar Juliantono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Menteri tersebut menggarisbawahi pentingnya persiapan yang menyeluruh dan terencana dengan baik agar koperasi dapat mencapai kinerja optimal setelah mulai beroperasi.
"Langkah-langkah persiapan meliputi pengaturan sistem manajemen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penyediaan dukungan teknis agar koperasi dapat menjalankan bisnis segera setelah pembangunan selesai," jelasnya.
Juliantono menambahkan bahwa setelah target pertengahan tahun tercapai, pemerintah akan melanjutkan pembangunan hingga seluruh 80.000 koperasi dilengkapi dengan fasilitas pendukung pada akhir tahun 2026, sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Presiden secara simbolis meluncurkan lebih dari 80.000 koperasi di seluruh negeri di bawah program KDMP pada Juli 2025, dengan 13 tujuan, termasuk pemberdayaan penduduk pedesaan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aksesibilitas komoditas dan layanan utama, pengentasan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, dan peningkatan nilai tukar petani.
Tujuan-tujuan ini mencerminkan ambisinya untuk membangun Indonesia dari desa-desa menuju pembangunan yang merata di seluruh negeri. Tekad ini merupakan bagian dari delapan misi utamanya—yang secara kolektif disebut Asta Cita—yang bertujuan untuk membawa Indonesia ke era keemasan pada peringatan seratus tahunnya pada tahun 2045.
Pada Oktober 2025, pemerintah menengahi pakta antara perusahaan pangan negara PT Agrinas Pangan Nusantara dan militer, memobilisasi mereka untuk mengembangkan tujuh fasilitas wajib bagi koperasi: kantor manajemen, gerai kelontong, loket simpan pinjam, klinik, apotek, penyimpanan dingin, dan fasilitas logistik.
Setiap koperasi akan memiliki akses hingga Rp3 miliar (lebih dari US$177.000) dalam bentuk pinjaman, dengan Rp2,5 miliar dialokasikan untuk belanja modal dan sisanya untuk biaya operasional.
https://en.antaranews.com/news/405006/indonesia-finishes-facilities-for-1000-village-cooperatives