Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 473 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.508 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
JAKARTA - Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan, membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan pemantauan selama 24 jam. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik terhadap penerbangan serta kondisi laut di kawasan Selat Sunda. Berdasarkan analisis citra satelit per Minggu (6/9/2026) pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik. Sebaran abu tersebut meluas hingga Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bengkulu.
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta bergerak cepat setelah erupsi awal terjadi, pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.23 WIB. Tak lama setelah erupsi, stasiun tersebut menerbitkan peringatan penerbangan SIGMET (Significant Meteorological Information) pertama. “Pembaruan SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat,” kata Andri
Pada ketinggian 20.000 kaki, abu vulkanik bergerak ke arah timur laut hingga selatan. Sebaran ini mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya. Sementara itu, pada ketinggian 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebarannya mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia.
Belum ada status kedaruratan
Hingga Minggu pagi, belum ada pemerintah kabupaten maupun provinsi terdampak yang menetapkan status kedaruratan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, wilayah yang sementara tercatat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau berada di tiga kabupaten dan 15 kecamatan. Ketiga wilayah tersebut yakni Kabupaten Lampung Selatan, Pandeglang, dan Tanggamus.
"Belum ada satu pun pemerintah kabupaten dan provinsi yang terdampak, baik Banten maupun Lampung, yang menetapkan status kedaruratan," kata Suharyanto, dalam konferensi pers, Minggu. Menurut Suharyanto, penetapan status kedaruratan diperlukan agar pemerintah daerah dapat meminta bantuan pemerintah pusat melalui BNPB untuk menangani dampak bencana.
"Artinya, dengan status kedaruratan ini, pemerintah daerah dapat meminta bantuan pemerintah pusat lewat BNPB untuk segera turun ke lapangan membantu," ujar Suharyanto. Meski belum ada daerah yang menetapkan status kedaruratan, BNPB tidak menunggu keputusan tersebut untuk bergerak. Badan tersebut tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya di wilayah sekitar.
Delapan bandara terdampak
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperpanjang penutupan sementara delapan bandara yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Minggu (6/9/2026) pukul 00.00 WIB Penutupan diperpanjang setelah Kemenhub memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap ruang udara serta operasional penerbangan.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, hasil pemantauan hingga pukul 17.00 WIB menunjukkan angin membawa abu vulkanik ke arah timur dengan kecepatan 5 knot pada ketinggian 15.000 kaki.
"Melihat informasi tersebut dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai 24.00 WIB (00.00 WIB)," ujar Dudy, dalam keterangannya. Delapan bandara yang ditutup sementara yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Kemudian, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Pemerintah gelar OMC
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau masih menyelimuti sejumlah wilayah. Untuk mengurangi dampaknya, pemerintah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). "Untuk supaya kondisinya lebih kondusif, terutama di DKI Jakarta, tentu saja rekan-rekan media juga merasa ya saat ini sudah banyak abu vulkanik di sekitar permukiman kita, hari ini juga kita melaksanakan operasi modifikasi cuaca," kata Suharyanto.
BNPB telah menyiapkan satu unit pesawat di Bandara Pondok Cabe untuk menjalankan operasi tersebut hingga Minggu malam. Suharyanto menuturkan, pemerintah menyiapkan dua skema dalam pelaksanaan OMC. Skema pertama dilakukan apabila terdapat awan yang berpotensi menurunkan hujan.
Dalam kondisi tersebut, modifikasi cuaca dilakukan untuk memicu terjadinya hujan. "Kalau nanti hujannya turun dengan cukup deras, tentu saja abu vulkanik yang dari mulai kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita ini bisa segera luruh," ujar Suharyanto. Namun, apabila tidak ditemukan pertumbuhan awan hujan, OMC akan dilakukan dengan metode berbeda. Pemerintah akan menggunakan water mist atau kabut air untuk membantu mengurai partikel abu vulkanik.
Siap salurkan bantuan
Pemerintah mulai menyiapkan langkah untuk membantu masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pemerintah menyiapkan dua skema penyaluran bantuan ke daerah terdampak. "Ya, ini kita sedang memantau kira-kira daerah mana. Bisa dua arah," kata Tito, dalam konferensi pers daring, Minggu Skema pertama dilakukan berdasarkan usulan resmi dari pemerintah daerah mengenai kebutuhan logistik di lapangan.
Setelah kebutuhan diketahui, pemerintah akan mengoordinasikan pengiriman bantuan melalui jalur laut. Sejumlah armada dari berbagai instansi, termasuk TNI Angkatan Laut, kepolisian, dan badan usaha milik negara (BUMN), disiapkan untuk mendukung proses tersebut. Sementara itu, skema kedua berupa inisiatif langsung dari pemerintah pusat.
Langkah ini dilakukan apabila pemerintah menemukan daerah yang membutuhkan bantuan, tetapi belum mengajukan permohonan secara resmi. Skema tersebut terutama ditujukan bagi daerah yang memiliki keterbatasan anggaran. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah masker untuk masyarakat yang terdampak abu vulkanik.
"Dari daerah yang mungkin kapasitas fiskalnya atau keuangannya sulit, anggaran belanja tidak terduga karena akhir tahun mungkin sudah tipis, untuk membantu masyarakat membagikan masker pun kesulitan," ucap Tito.
Doa Presiden Prabowo
Presiden RI Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa terkait erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Adapun sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau itu telah menyebar sampai ke sejumlah provinsi. "Memanjatkan doa bersama, semoga Allah SWT senantiasa melindungi seluruh rakyat Indonesia, khususnya saudara-saudara kita yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau dan kawasan Selat Sunda, serta saudara-saudara kita di berbagai daerah yang saat ini tengah menghadapi musibah dan bencana.
Semoga diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi setiap ujian," ujar Prabowo, dalam Instagram resminya. Prabowo pun mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan Selat Sunda, untuk tetap tenang, waspada, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan. Ia meminta kepada warga untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan mematuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
Kemudian, Prabowo mengaku telah memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menerima laporan serta informasi terkini dari jajaran terkait. Prabowo sendiri telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah, BNPB, BMKG, TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk terus memantau perkembangan situasi.
"Kepada masyarakat yang terdampak abu vulkanik, Presiden mengimbau untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker atau pelindung pernapasan, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi abu cukup pekat, serta mengikuti petunjuk dari petugas kesehatan dan pemerintah daerah," ujar dia.
Prabowo juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi tidak boleh lengah. Dia menyatakan akan terus memantau perkembangan keadaan dan mengambil setiap keputusan serta langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan melindungi seluruh rakyat Indonesia. "Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat Indonesia," imbuh Prabowo.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
JAKARTA - Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan, membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan pemantauan selama 24 jam. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik terhadap penerbangan serta kondisi laut di kawasan Selat Sunda. Berdasarkan analisis citra satelit per Minggu (6/9/2026) pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik. Sebaran abu tersebut meluas hingga Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bengkulu.
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta bergerak cepat setelah erupsi awal terjadi, pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.23 WIB. Tak lama setelah erupsi, stasiun tersebut menerbitkan peringatan penerbangan SIGMET (Significant Meteorological Information) pertama. “Pembaruan SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat,” kata Andri
Pada ketinggian 20.000 kaki, abu vulkanik bergerak ke arah timur laut hingga selatan. Sebaran ini mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya. Sementara itu, pada ketinggian 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebarannya mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia.
Belum ada status kedaruratan
Hingga Minggu pagi, belum ada pemerintah kabupaten maupun provinsi terdampak yang menetapkan status kedaruratan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, wilayah yang sementara tercatat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau berada di tiga kabupaten dan 15 kecamatan. Ketiga wilayah tersebut yakni Kabupaten Lampung Selatan, Pandeglang, dan Tanggamus.
"Belum ada satu pun pemerintah kabupaten dan provinsi yang terdampak, baik Banten maupun Lampung, yang menetapkan status kedaruratan," kata Suharyanto, dalam konferensi pers, Minggu. Menurut Suharyanto, penetapan status kedaruratan diperlukan agar pemerintah daerah dapat meminta bantuan pemerintah pusat melalui BNPB untuk menangani dampak bencana.
"Artinya, dengan status kedaruratan ini, pemerintah daerah dapat meminta bantuan pemerintah pusat lewat BNPB untuk segera turun ke lapangan membantu," ujar Suharyanto. Meski belum ada daerah yang menetapkan status kedaruratan, BNPB tidak menunggu keputusan tersebut untuk bergerak. Badan tersebut tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya di wilayah sekitar.
Delapan bandara terdampak
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperpanjang penutupan sementara delapan bandara yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Minggu (6/9/2026) pukul 00.00 WIB Penutupan diperpanjang setelah Kemenhub memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap ruang udara serta operasional penerbangan.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, hasil pemantauan hingga pukul 17.00 WIB menunjukkan angin membawa abu vulkanik ke arah timur dengan kecepatan 5 knot pada ketinggian 15.000 kaki.
"Melihat informasi tersebut dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai 24.00 WIB (00.00 WIB)," ujar Dudy, dalam keterangannya. Delapan bandara yang ditutup sementara yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Kemudian, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Pemerintah gelar OMC
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau masih menyelimuti sejumlah wilayah. Untuk mengurangi dampaknya, pemerintah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). "Untuk supaya kondisinya lebih kondusif, terutama di DKI Jakarta, tentu saja rekan-rekan media juga merasa ya saat ini sudah banyak abu vulkanik di sekitar permukiman kita, hari ini juga kita melaksanakan operasi modifikasi cuaca," kata Suharyanto.
BNPB telah menyiapkan satu unit pesawat di Bandara Pondok Cabe untuk menjalankan operasi tersebut hingga Minggu malam. Suharyanto menuturkan, pemerintah menyiapkan dua skema dalam pelaksanaan OMC. Skema pertama dilakukan apabila terdapat awan yang berpotensi menurunkan hujan.
Dalam kondisi tersebut, modifikasi cuaca dilakukan untuk memicu terjadinya hujan. "Kalau nanti hujannya turun dengan cukup deras, tentu saja abu vulkanik yang dari mulai kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita ini bisa segera luruh," ujar Suharyanto. Namun, apabila tidak ditemukan pertumbuhan awan hujan, OMC akan dilakukan dengan metode berbeda. Pemerintah akan menggunakan water mist atau kabut air untuk membantu mengurai partikel abu vulkanik.
Siap salurkan bantuan
Pemerintah mulai menyiapkan langkah untuk membantu masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pemerintah menyiapkan dua skema penyaluran bantuan ke daerah terdampak. "Ya, ini kita sedang memantau kira-kira daerah mana. Bisa dua arah," kata Tito, dalam konferensi pers daring, Minggu Skema pertama dilakukan berdasarkan usulan resmi dari pemerintah daerah mengenai kebutuhan logistik di lapangan.
Setelah kebutuhan diketahui, pemerintah akan mengoordinasikan pengiriman bantuan melalui jalur laut. Sejumlah armada dari berbagai instansi, termasuk TNI Angkatan Laut, kepolisian, dan badan usaha milik negara (BUMN), disiapkan untuk mendukung proses tersebut. Sementara itu, skema kedua berupa inisiatif langsung dari pemerintah pusat.
Langkah ini dilakukan apabila pemerintah menemukan daerah yang membutuhkan bantuan, tetapi belum mengajukan permohonan secara resmi. Skema tersebut terutama ditujukan bagi daerah yang memiliki keterbatasan anggaran. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah masker untuk masyarakat yang terdampak abu vulkanik.
"Dari daerah yang mungkin kapasitas fiskalnya atau keuangannya sulit, anggaran belanja tidak terduga karena akhir tahun mungkin sudah tipis, untuk membantu masyarakat membagikan masker pun kesulitan," ucap Tito.
Doa Presiden Prabowo
Presiden RI Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa terkait erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Adapun sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau itu telah menyebar sampai ke sejumlah provinsi. "Memanjatkan doa bersama, semoga Allah SWT senantiasa melindungi seluruh rakyat Indonesia, khususnya saudara-saudara kita yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau dan kawasan Selat Sunda, serta saudara-saudara kita di berbagai daerah yang saat ini tengah menghadapi musibah dan bencana.
Semoga diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi setiap ujian," ujar Prabowo, dalam Instagram resminya. Prabowo pun mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan Selat Sunda, untuk tetap tenang, waspada, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan. Ia meminta kepada warga untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan mematuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
Kemudian, Prabowo mengaku telah memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menerima laporan serta informasi terkini dari jajaran terkait. Prabowo sendiri telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah, BNPB, BMKG, TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk terus memantau perkembangan situasi.
"Kepada masyarakat yang terdampak abu vulkanik, Presiden mengimbau untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker atau pelindung pernapasan, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi abu cukup pekat, serta mengikuti petunjuk dari petugas kesehatan dan pemerintah daerah," ujar dia.
Prabowo juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi tidak boleh lengah. Dia menyatakan akan terus memantau perkembangan keadaan dan mengambil setiap keputusan serta langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan melindungi seluruh rakyat Indonesia. "Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat Indonesia," imbuh Prabowo.
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...