Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 102 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.137 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
PURWOREJO – Limbah rumah tangga berupa minyak jelantah yang selama ini sering dipandang sebelah mata, ternyata menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara optimal. Berangkat dari peluang tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo berkolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Purworejo meresmikan program "Gerakan Jelantah Jadi Rupiah" pada hari Jumat (30/10/2026).
Acara peluncuran yang dilangsungkan di Gedung Arahiwang, Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo ini menjadi wujud nyata komitmen pemda dalam menyelesaikan persoalan limbah domestik sekaligus mendatangkan tambahan pemasukan bagi warga.
Inisiatif ini tidak sekadar mengajak masyarakat untuk mengumpulkan sisa minyak goreng, melainkan menumbuhkan kesadaran bahwa manajemen sampah rumah tangga yang tepat mampu mendatangkan keuntungan ganda: menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan nilai ekonomis.
Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, menyampaikan bahwa volume limbah minyak jelantah dari sektor rumah tangga tergolong tinggi. Berdasarkan hasil riset, setiap keluarga rata-rata memproduksi sekitar 1,2 hingga 1,5 liter minyak jelantah tiap bulannya.
Jika dibiarkan tanpa penanganan yang benar, limbah tersebut berisiko mencemari ekosistem. Sebagai gambaran, satu liter minyak jelantah yang dibuang langsung ke badan air atau sungai sanggup merusak hingga 1.000 liter air bersih.
“Satu liter minyak jelantah yang dibuang ke sungai saja bisa mencemari hingga 1.000 liter air. Bayangkan potensi kerusakan jika tidak dikelola dengan benar,” tegas Dion.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat agar minyak jelantah tidak lagi dibuang sembarangan, melainkan dikoleksi dan disalurkan melalui alur resmi yang telah disediakan.
Guna memastikan keberlangsungan jangka panjang program ini, TP PKK Kabupaten Purworejo menggandeng PT Biosirkular Inovasi Indonesia sebagai mitra strategis yang bertindak sebagai pengepul sekaligus pembeli. Perusahaan ini berkomitmen untuk menampung minyak jelantah dari kader PKK dengan harga beli Rp7.000 per liter.
Dion juga menginstruksikan agar penetapan harga di tingkat akar rumput diatur sedemikian rupa sehingga ada pembagian margin keuntungan bagi kader PKK yang bertugas sebagai pengepul di tingkat desa maupun kecamatan. Melalui cara ini, program tidak hanya berdampak positif bagi ekologi, tetapi juga memperkuat finansial organisasi PKK.
Sebelum diperkenalkan secara luas, TP PKK Kabupaten Purworejo telah lebih dulu melakukan uji coba di 16 desa binaan. Hasilnya cukup memuaskan dengan terkumpulnya sekitar 520 liter minyak jelantah, yang kemudian dijadikan pijakan awal untuk memperluas cakupan gerakan ke seluruh penjuru Kabupaten Purworejo.
Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo, Raja Thifal Mazaya Izzati, menggarisbawahi bahwa penanganan limbah minyak jelantah menuntut kepedulian serta partisipasi aktif bersama. Karenanya, ia mengajak para camat serta jajaran perangkat daerah untuk menggalakkan sosialisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Fokus sosialisasi ini juga diarahkan menyasar wilayah desa wisata serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mempunyai potensi menghasilkan limbah minyak goreng dalam jumlah besar.
“Ada dua manfaat sekaligus yang kita dapatkan: ikut menjaga lingkungan tetap bersih dan mendatangkan nilai ekonomis bagi yang berpartisipasi,” ungkapnya.
Mengingat wilayah Kabupaten Purworejo mencakup 494 desa, sistem pengumpulan akan dikoordinasikan melalui penanggung jawab (person in charge/PIC) serta kader PKK di masing-masing wilayah.
Warga dapat berpartisipasi secara mudah dengan cara menampung minyak bekas pakai ke dalam wadah bersih, memastikan bebas dari campuran air atau zat lain, lalu menyerahkannya lewat jalur pengumpulan yang telah dikoordinasikan oleh para kader PKK.
Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Jawa Tengah Lucia Tri Harso, Wakil Ketua III TP PKK Kabupaten Purworejo Dra. Titik Mintarsih, Direktur PT Biosirkular Inovasi Indonesia Dicka Dwi Candra, serta sekitar 130 tamu undangan yang terdiri atas unsur perangkat daerah, camat, dan kader PKK.
Lewat peluncuran Gerakan Jelantah Jadi Rupiah ini, Pemkab Purworejo menaruh harapan besar agar terbentuk budaya baru di tengah masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga. Dengan begitu, minyak jelantah yang mulanya menjadi ancaman pencemaran kini bertransformasi menjadi sumber pemasukan yang bernilai ekonomis.
Ke depan, tolok keberhasilan program ini tidak hanya dinilai dari seberapa banyak volume minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan, melainkan dari terbangunnya kesadaran kolektif warga untuk merawat lingkungan lewat langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
PURWOREJO – Limbah rumah tangga berupa minyak jelantah yang selama ini sering dipandang sebelah mata, ternyata menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara optimal. Berangkat dari peluang tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo berkolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Purworejo meresmikan program "Gerakan Jelantah Jadi Rupiah" pada hari Jumat (30/10/2026).
Acara peluncuran yang dilangsungkan di Gedung Arahiwang, Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo ini menjadi wujud nyata komitmen pemda dalam menyelesaikan persoalan limbah domestik sekaligus mendatangkan tambahan pemasukan bagi warga.
Inisiatif ini tidak sekadar mengajak masyarakat untuk mengumpulkan sisa minyak goreng, melainkan menumbuhkan kesadaran bahwa manajemen sampah rumah tangga yang tepat mampu mendatangkan keuntungan ganda: menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan nilai ekonomis.
Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, menyampaikan bahwa volume limbah minyak jelantah dari sektor rumah tangga tergolong tinggi. Berdasarkan hasil riset, setiap keluarga rata-rata memproduksi sekitar 1,2 hingga 1,5 liter minyak jelantah tiap bulannya.
Jika dibiarkan tanpa penanganan yang benar, limbah tersebut berisiko mencemari ekosistem. Sebagai gambaran, satu liter minyak jelantah yang dibuang langsung ke badan air atau sungai sanggup merusak hingga 1.000 liter air bersih.
“Satu liter minyak jelantah yang dibuang ke sungai saja bisa mencemari hingga 1.000 liter air. Bayangkan potensi kerusakan jika tidak dikelola dengan benar,” tegas Dion.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat agar minyak jelantah tidak lagi dibuang sembarangan, melainkan dikoleksi dan disalurkan melalui alur resmi yang telah disediakan.
Guna memastikan keberlangsungan jangka panjang program ini, TP PKK Kabupaten Purworejo menggandeng PT Biosirkular Inovasi Indonesia sebagai mitra strategis yang bertindak sebagai pengepul sekaligus pembeli. Perusahaan ini berkomitmen untuk menampung minyak jelantah dari kader PKK dengan harga beli Rp7.000 per liter.
Dion juga menginstruksikan agar penetapan harga di tingkat akar rumput diatur sedemikian rupa sehingga ada pembagian margin keuntungan bagi kader PKK yang bertugas sebagai pengepul di tingkat desa maupun kecamatan. Melalui cara ini, program tidak hanya berdampak positif bagi ekologi, tetapi juga memperkuat finansial organisasi PKK.
Sebelum diperkenalkan secara luas, TP PKK Kabupaten Purworejo telah lebih dulu melakukan uji coba di 16 desa binaan. Hasilnya cukup memuaskan dengan terkumpulnya sekitar 520 liter minyak jelantah, yang kemudian dijadikan pijakan awal untuk memperluas cakupan gerakan ke seluruh penjuru Kabupaten Purworejo.
Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo, Raja Thifal Mazaya Izzati, menggarisbawahi bahwa penanganan limbah minyak jelantah menuntut kepedulian serta partisipasi aktif bersama. Karenanya, ia mengajak para camat serta jajaran perangkat daerah untuk menggalakkan sosialisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Fokus sosialisasi ini juga diarahkan menyasar wilayah desa wisata serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mempunyai potensi menghasilkan limbah minyak goreng dalam jumlah besar.
“Ada dua manfaat sekaligus yang kita dapatkan: ikut menjaga lingkungan tetap bersih dan mendatangkan nilai ekonomis bagi yang berpartisipasi,” ungkapnya.
Mengingat wilayah Kabupaten Purworejo mencakup 494 desa, sistem pengumpulan akan dikoordinasikan melalui penanggung jawab (person in charge/PIC) serta kader PKK di masing-masing wilayah.
Warga dapat berpartisipasi secara mudah dengan cara menampung minyak bekas pakai ke dalam wadah bersih, memastikan bebas dari campuran air atau zat lain, lalu menyerahkannya lewat jalur pengumpulan yang telah dikoordinasikan oleh para kader PKK.
Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Jawa Tengah Lucia Tri Harso, Wakil Ketua III TP PKK Kabupaten Purworejo Dra. Titik Mintarsih, Direktur PT Biosirkular Inovasi Indonesia Dicka Dwi Candra, serta sekitar 130 tamu undangan yang terdiri atas unsur perangkat daerah, camat, dan kader PKK.
Lewat peluncuran Gerakan Jelantah Jadi Rupiah ini, Pemkab Purworejo menaruh harapan besar agar terbentuk budaya baru di tengah masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga. Dengan begitu, minyak jelantah yang mulanya menjadi ancaman pencemaran kini bertransformasi menjadi sumber pemasukan yang bernilai ekonomis.
Ke depan, tolok keberhasilan program ini tidak hanya dinilai dari seberapa banyak volume minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan, melainkan dari terbangunnya kesadaran kolektif warga untuk merawat lingkungan lewat langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata.
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...