Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 102 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.137 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
PURWOREJO — Upaya strategis untuk menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan sekaligus memantapkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dimulai oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui peluncuran Purworejo Corporate University (Corpu). Inisiatif ini digulirkan agar para pegawai pemerintah tidak hanya sekadar memperluas wawasan intelektual, tetapi juga sanggup mencetuskan terobosan serta solusi konkret bagi kepentingan publik.
Program yang diinisiasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purworejo tersebut diresmikan di Hotel Morazen pada Rabu (28/10/2026). Agenda peluncuran ini dirangkaikan dengan penutupan Program Khusus Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Transformasi Jenjang Administrator, sekaligus penyerahan apresiasi kepegawaian kepada dinas/instansi terkait dan para peserta RPL.
Sejumlah tokoh penting turut menghadiri perhelatan tersebut, di antaranya Bupati Purworejo Yuli Hastuti, S.H., Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi, S.Kom., M.Si., Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI Dr. Tri Ema Irawati, S.Sos., M.Pol.Adm., serta Sekretaris BPSDMD Jawa Tengah Dr. Anom Priyantoro, S.Pd., M.Pd. Selain itu, hadir pula perwakilan BKN Regional I beserta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Purworejo.
Gerakan Perubahan Budaya Kerja dan Belajar
Dalam pidatonya, Bupati Yuli Hastuti menggarisbawahi bahwa peresmian Corpu bukan sekadar seremonial belaka atau program pelatihan biasa. Lebih jauh, agenda ini merupakan gerakan pembaruan untuk menumbuhkan etos kerja, tradisi belajar, serta kebiasaan saling berbagi pengetahuan di setiap unit kerja.
"Purworejo Corporate University yang hari ini kita resmikan bukan sekadar program pelatihan dan bukan pula kegiatan seremonial. Ini adalah sebuah gerakan perubahan budaya kerja, budaya belajar, dan budaya berbagi pengetahuan di seluruh perangkat daerah," ujar Yuli.
Ia menambahkan, pematangan potensi ASN tidak boleh bertumpu sepenuhnya pada diklat formal di dalam ruang kelas. Proses pembelajaran hendaknya mengakar dari pengalaman kerja harian, penyelesaian tantangan di lapangan, hingga kolaborasi antarpegawai dalam merancang inovasi. Pola ini diyakini mampu menjadikan pengalaman kerja sebagai fondasi utama untuk menggenjot performa instansi dan membenahi mutu layanan bagi warga.
Oleh karena itu, Bupati menginstruksikan seluruh pimpinan OPD agar berkomitmen penuh menyokong implementasi Corpu dan mentransformasi instansi masing-masing menjadi organisasi pembelajar (learning organization) yang konsisten memfasilitasi pengembangan kapasitas pegawai.
Terintegrasi dengan Isu Pembangunan Daerah
Bupati Purworejo juga berpesan agar peningkatan keahlian ASN memiliki fokus yang berorientasi pada kebutuhan riil daerah. Beberapa agenda prioritas yang menjadi pemfokusan pembelajaran meliputi:
• Percepatan penanganan stunting
• Penanggulangan kemiskinan
• Peningkatan mutu layanan publik dan akselerasi transformasi digital
• Penguatan perekonomian warga dan pembenahan reformasi birokrasi
Menurutnya, keberhasilan proses belajar tidak cukup dinilai dari berapa banyak pelatihan yang diikutsertakan atau seberapa tebal wawasan yang didapat, melainkan dari sejauh mana ilmu tersebut dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah di lapangan.
"Jangan sampai pembelajaran hanya menambah pengetahuan, tetapi tidak menghasilkan solusi dan perubahan yang nyata," imbaunya.
Melalui skema Corpu, Pemkab Purworejo bertekad memastikan pola pembelajaran ASN berlangsung lebih terarah, terpadu, serta relevan dengan dinamika pembangunan daerah.
Apresiasi Program RPL dan Tata Kelola Kepegawaian
Pada kesempatan yang sama, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada para kelulusan Program Khusus RPL Transformasi Jenjang Administrator. Program ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Purworejo lantaran tercatat sebagai yang pertama di Jawa Tengah sekaligus menjadi pelopor di tingkat kabupaten/kota nasional.
Para alumni program diharapkan dapat langsung mengaplikasikan serta mengembangkan wawasan yang didapat di unit kerja masing-masing demi membawa dampak positif yang luas.
Sebagai penutup rangkaian acara, Pemkab Purworejo menyerahkan penghargaan kepegawaian kepada instansi dan individu berprestasi. Apresiasi ini diharapkan memicu seluruh perangkat daerah untuk terus membangun manajemen kepegawaian yang tertib, transparan, profesional, dan akuntabel.
Peluncuran Purworejo Corpu melambangkan komitmen kuat Pemkab Purworejo dalam membentuk birokrasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
PURWOREJO — Upaya strategis untuk menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan sekaligus memantapkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dimulai oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui peluncuran Purworejo Corporate University (Corpu). Inisiatif ini digulirkan agar para pegawai pemerintah tidak hanya sekadar memperluas wawasan intelektual, tetapi juga sanggup mencetuskan terobosan serta solusi konkret bagi kepentingan publik.
Program yang diinisiasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purworejo tersebut diresmikan di Hotel Morazen pada Rabu (28/10/2026). Agenda peluncuran ini dirangkaikan dengan penutupan Program Khusus Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Transformasi Jenjang Administrator, sekaligus penyerahan apresiasi kepegawaian kepada dinas/instansi terkait dan para peserta RPL.
Sejumlah tokoh penting turut menghadiri perhelatan tersebut, di antaranya Bupati Purworejo Yuli Hastuti, S.H., Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi, S.Kom., M.Si., Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI Dr. Tri Ema Irawati, S.Sos., M.Pol.Adm., serta Sekretaris BPSDMD Jawa Tengah Dr. Anom Priyantoro, S.Pd., M.Pd. Selain itu, hadir pula perwakilan BKN Regional I beserta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Purworejo.
Gerakan Perubahan Budaya Kerja dan Belajar
Dalam pidatonya, Bupati Yuli Hastuti menggarisbawahi bahwa peresmian Corpu bukan sekadar seremonial belaka atau program pelatihan biasa. Lebih jauh, agenda ini merupakan gerakan pembaruan untuk menumbuhkan etos kerja, tradisi belajar, serta kebiasaan saling berbagi pengetahuan di setiap unit kerja.
"Purworejo Corporate University yang hari ini kita resmikan bukan sekadar program pelatihan dan bukan pula kegiatan seremonial. Ini adalah sebuah gerakan perubahan budaya kerja, budaya belajar, dan budaya berbagi pengetahuan di seluruh perangkat daerah," ujar Yuli.
Ia menambahkan, pematangan potensi ASN tidak boleh bertumpu sepenuhnya pada diklat formal di dalam ruang kelas. Proses pembelajaran hendaknya mengakar dari pengalaman kerja harian, penyelesaian tantangan di lapangan, hingga kolaborasi antarpegawai dalam merancang inovasi. Pola ini diyakini mampu menjadikan pengalaman kerja sebagai fondasi utama untuk menggenjot performa instansi dan membenahi mutu layanan bagi warga.
Oleh karena itu, Bupati menginstruksikan seluruh pimpinan OPD agar berkomitmen penuh menyokong implementasi Corpu dan mentransformasi instansi masing-masing menjadi organisasi pembelajar (learning organization) yang konsisten memfasilitasi pengembangan kapasitas pegawai.
Terintegrasi dengan Isu Pembangunan Daerah
Bupati Purworejo juga berpesan agar peningkatan keahlian ASN memiliki fokus yang berorientasi pada kebutuhan riil daerah. Beberapa agenda prioritas yang menjadi pemfokusan pembelajaran meliputi:
• Percepatan penanganan stunting
• Penanggulangan kemiskinan
• Peningkatan mutu layanan publik dan akselerasi transformasi digital
• Penguatan perekonomian warga dan pembenahan reformasi birokrasi
Menurutnya, keberhasilan proses belajar tidak cukup dinilai dari berapa banyak pelatihan yang diikutsertakan atau seberapa tebal wawasan yang didapat, melainkan dari sejauh mana ilmu tersebut dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah di lapangan.
"Jangan sampai pembelajaran hanya menambah pengetahuan, tetapi tidak menghasilkan solusi dan perubahan yang nyata," imbaunya.
Melalui skema Corpu, Pemkab Purworejo bertekad memastikan pola pembelajaran ASN berlangsung lebih terarah, terpadu, serta relevan dengan dinamika pembangunan daerah.
Apresiasi Program RPL dan Tata Kelola Kepegawaian
Pada kesempatan yang sama, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada para kelulusan Program Khusus RPL Transformasi Jenjang Administrator. Program ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Purworejo lantaran tercatat sebagai yang pertama di Jawa Tengah sekaligus menjadi pelopor di tingkat kabupaten/kota nasional.
Para alumni program diharapkan dapat langsung mengaplikasikan serta mengembangkan wawasan yang didapat di unit kerja masing-masing demi membawa dampak positif yang luas.
Sebagai penutup rangkaian acara, Pemkab Purworejo menyerahkan penghargaan kepegawaian kepada instansi dan individu berprestasi. Apresiasi ini diharapkan memicu seluruh perangkat daerah untuk terus membangun manajemen kepegawaian yang tertib, transparan, profesional, dan akuntabel.
Peluncuran Purworejo Corpu melambangkan komitmen kuat Pemkab Purworejo dalam membentuk birokrasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...