Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 52 |
| Kemarin | : | 571 |
| Total | : | 38.658 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
JAKARTA — Pemerintah berencana meluncurkan uji coba penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KDKMP) pada akhir Agustus 2026.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa skema penyaluran ini akan diuji coba setelah koperasi tersebut resmi beroperasi secara bertahap.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menambahkan, untuk tahap awal atau triwulan IV, uji coba akan difokuskan pada 900 titik Kopdes Merah Putih yang siap secara operasional di seluruh Indonesia.
“Sekarang ini sudah penyaluran triwulan III ya, sudah proses ya. Mungkin nanti pada triwulan IV kita akan mencoba. Tapi ini kita akan coba dulu penyaluran di 900 titik ini sebagai uji coba,” ujar Gus Ipul.
Pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan Kopdes Merah Putih dalam penyaluran bansos tidak serta-merta menggantikan peran Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) maupun PT Pos Indonesia.
Untuk tahap uji coba, bank-bank Himbara akan membuka jaringan agen di lokasi KDKMP. Dengan begitu, KDKMP berfungsi sebagai titik layanan pencairan sekaligus lokasi belanja bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jenis bantuan yang disimulasikan melalui skema ini meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Sementara itu, untuk bantuan pangan beras, KDKMP dapat difungsikan sebagai lokasi titik salur fisik, terutama bagi koperasi yang memiliki fasilitas gudang memadai dan akses strategis.
“KDKMP yang sudah ada, bisa menjadi salah satu titik penyaluran bantuan pangan. Kalau misalnya di desa ada KDKMP yang besar, punya tempat yang luas, gudangnya cukup besar, dan dekat dengan tempat tinggal para penerima bantuan pangan, bisa digunakan sebagai lokasi titik salur,” tutur Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani.
Bersamaan dengan rencana uji coba koperasi, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap Kedua sejak 17 Agustus 2026 dalam rangka momentum HUT ke-81 RI.
Program senilai Rp17,52 triliun ini menyasar 33.244.408 penerima manfaat yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru per 10 Juli 2026 (desil 1 hingga 4).
Dalam alokasi tiga bulan sekaligus (Juli, Agustus, dan September) ini, total 997,2 ribu ton beras disiapkan, di mana setiap KPM akan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
JAKARTA — Pemerintah berencana meluncurkan uji coba penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KDKMP) pada akhir Agustus 2026.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa skema penyaluran ini akan diuji coba setelah koperasi tersebut resmi beroperasi secara bertahap.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menambahkan, untuk tahap awal atau triwulan IV, uji coba akan difokuskan pada 900 titik Kopdes Merah Putih yang siap secara operasional di seluruh Indonesia.
“Sekarang ini sudah penyaluran triwulan III ya, sudah proses ya. Mungkin nanti pada triwulan IV kita akan mencoba. Tapi ini kita akan coba dulu penyaluran di 900 titik ini sebagai uji coba,” ujar Gus Ipul.
Pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan Kopdes Merah Putih dalam penyaluran bansos tidak serta-merta menggantikan peran Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) maupun PT Pos Indonesia.
Untuk tahap uji coba, bank-bank Himbara akan membuka jaringan agen di lokasi KDKMP. Dengan begitu, KDKMP berfungsi sebagai titik layanan pencairan sekaligus lokasi belanja bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jenis bantuan yang disimulasikan melalui skema ini meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Sementara itu, untuk bantuan pangan beras, KDKMP dapat difungsikan sebagai lokasi titik salur fisik, terutama bagi koperasi yang memiliki fasilitas gudang memadai dan akses strategis.
“KDKMP yang sudah ada, bisa menjadi salah satu titik penyaluran bantuan pangan. Kalau misalnya di desa ada KDKMP yang besar, punya tempat yang luas, gudangnya cukup besar, dan dekat dengan tempat tinggal para penerima bantuan pangan, bisa digunakan sebagai lokasi titik salur,” tutur Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani.
Bersamaan dengan rencana uji coba koperasi, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap Kedua sejak 17 Agustus 2026 dalam rangka momentum HUT ke-81 RI.
Program senilai Rp17,52 triliun ini menyasar 33.244.408 penerima manfaat yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru per 10 Juli 2026 (desil 1 hingga 4).
Dalam alokasi tiga bulan sekaligus (Juli, Agustus, dan September) ini, total 997,2 ribu ton beras disiapkan, di mana setiap KPM akan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram.
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...