Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 102 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.137 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
Jakarta -- Prosesi pemakaman terduga pencuri ayam di Tabanan, Bali diwarnai isak tangis keluarga. KD, selaku korban, tewas dikeroyok massa usai tepergok saat diduga mencuri ayam aduan warga. Suasana pilu saat pemakaman itu terekam lewat sebuah video yang belakangan viral di media sosial. Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama menyebut KD meninggal tiga anak. Masing-masing yakni, anak sulung yang telah berkeluarga, anak kedua kelas 1 SMA, dan anak bungsu kelas 1 SD.
"Anaknya ada tiga. Satu masih sekolah SD dan satu masih sekolah SMA yang paling besar sudah menikah," kata Sutama saat dihubungi Minggu (26/7). Sutama mengaku ikut sedih saat ikut menjemput korban, terutama saat menyaksikan respons sedih anak-anaknya. Meksi begitu, keluarga disebut telah mengikhlaskan dan menganggap peristiwa yang menimpa ayahnya sebagai musibah.
Menurut dia, pihak keluarga tidak berencana menempuh langkah hukum terkait pengeroyokan yang menyebabkan ayah mereka meninggal dunia.
"Kemarin pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian (almarhum). Karena terus terang saja dalam hal ini sudah menganggap musibah," ujarnya.
Insiden pengeroyokan KD terjadi tiga hari sebelumnya di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani mengatakan peristiwa pengeroyokan terjadi Jumat (24/7) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.
"Terduga pelaku diketahui warga saat diduga melakukan pencurian seekor ayam milik warga setempat," kata Iptu Wiwik, Minggu (26/7).
Ia menyebutkan, pihak kepolisian saat ini tidak hanya menyelidiki dugaan pencurian ayam yang terjadi. Tetapi juga akan mendalami peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan terduga pelaku meninggal dunia.
"Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk identifikasi terduga pelaku," imbuhnya.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
Jakarta -- Prosesi pemakaman terduga pencuri ayam di Tabanan, Bali diwarnai isak tangis keluarga. KD, selaku korban, tewas dikeroyok massa usai tepergok saat diduga mencuri ayam aduan warga. Suasana pilu saat pemakaman itu terekam lewat sebuah video yang belakangan viral di media sosial. Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama menyebut KD meninggal tiga anak. Masing-masing yakni, anak sulung yang telah berkeluarga, anak kedua kelas 1 SMA, dan anak bungsu kelas 1 SD.
"Anaknya ada tiga. Satu masih sekolah SD dan satu masih sekolah SMA yang paling besar sudah menikah," kata Sutama saat dihubungi Minggu (26/7). Sutama mengaku ikut sedih saat ikut menjemput korban, terutama saat menyaksikan respons sedih anak-anaknya. Meksi begitu, keluarga disebut telah mengikhlaskan dan menganggap peristiwa yang menimpa ayahnya sebagai musibah.
Menurut dia, pihak keluarga tidak berencana menempuh langkah hukum terkait pengeroyokan yang menyebabkan ayah mereka meninggal dunia.
"Kemarin pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian (almarhum). Karena terus terang saja dalam hal ini sudah menganggap musibah," ujarnya.
Insiden pengeroyokan KD terjadi tiga hari sebelumnya di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani mengatakan peristiwa pengeroyokan terjadi Jumat (24/7) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.
"Terduga pelaku diketahui warga saat diduga melakukan pencurian seekor ayam milik warga setempat," kata Iptu Wiwik, Minggu (26/7).
Ia menyebutkan, pihak kepolisian saat ini tidak hanya menyelidiki dugaan pencurian ayam yang terjadi. Tetapi juga akan mendalami peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan terduga pelaku meninggal dunia.
"Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk identifikasi terduga pelaku," imbuhnya.
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...