Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
" SUGENG RAWUH DI WEBSITE RESMI DESA DUKUHREJO "

Info

BERITA DESA

Ramai Salah Digambar AI, Bagaimana Lambang Garuda Pancasila yang Benar

DUKUHREJO – Perayaan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 diwarnai perbincangan warganet mengenai penggunaan gambar Garuda Pancasila hasil kecerdasan buatan (AI) yang dinilai tidak sesuai dengan bentuk resmi lambang negara. Sejumlah poster dan materi publikasi yang beredar di media sosial menjadi sorotan karena menampilkan detail Garuda yang keliru, mulai dari jumlah bulu hingga bentuk perisai dan pita semboyan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan publik: sebenarnya seperti apa bentuk Garuda Pancasila yang benar menurut aturan negara?

Bukan Sekadar Gambar Burung Garuda

Garuda Pancasila bukan sekadar ilustrasi burung berwarna emas. Bentuknya telah diatur secara resmi dalam peraturan perundang-undangan dan memiliki detail yang tidak boleh diubah sembarangan.

Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, lambang negara berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, mengenakan perisai di dada yang digantung dengan rantai pada leher, serta mencengkeram pita bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika".

Karena itu, perubahan bentuk, proporsi, maupun elemen-elemen penting pada lambang negara dapat menyebabkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya menjadi hilang atau berubah.

f202512241800322 

Jumlah Bulu Tidak Boleh Salah

Salah satu kesalahan yang paling sering ditemukan pada gambar hasil AI adalah jumlah bulu Garuda yang tidak sesuai dengan ketentuan resmi. Padahal, jumlah bulu pada Garuda Pancasila bukanlah ornamen biasa, melainkan simbol tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Jumlah bulu resmi Garuda Pancasila adalah:

  • 17 helai pada masing-masing sayap.
  • 8 helai pada ekor.
  • 19 helai pada pangkal ekor.
  • 45 helai pada leher.

Jika dirangkai, angka-angka tersebut membentuk tanggal 17 Agustus 1945, hari kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itulah, ketika AI menghasilkan gambar dengan jumlah bulu yang berbeda, banyak warganet langsung menyadari kesalahannya. Bahkan dalam berbagai diskusi daring, jumlah bulu sering menjadi indikator pertama untuk mengecek keakuratan gambar Garuda.

Lima Simbol dalam Perisai Harus Lengkap

Kesalahan lain yang sering muncul adalah penempatan simbol sila-sila Pancasila yang tidak sesuai atau bahkan hilang sebagian.

Perisai pada dada Garuda harus memuat lima lambang sila Pancasila:

  • Bintang emas untuk sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Rantai emas untuk sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
  • Pohon beringin untuk sila Persatuan Indonesia.
  • Kepala banteng untuk sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
  • Padi dan kapas untuk sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Di tengah perisai juga terdapat garis hitam tebal yang melambangkan garis khatulistiwa yang melintasi wilayah Indonesia.

Kepala Menoleh ke Kanan

Detail lain yang sering terlewat adalah arah pandangan Garuda. Dalam desain resmi, kepala Garuda harus menghadap ke kanan. Posisi ini telah ditetapkan dalam aturan negara sejak awal penetapan lambang negara.

4511004 

Selain itu, Garuda harus mencengkeram pita semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" dengan posisi yang sesuai desain resmi. Pada proses penyempurnaan lambang negara tahun 1950, Presiden Soekarno bahkan meminta sejumlah perubahan detail, termasuk penambahan jambul pada kepala Garuda dan perubahan posisi cakar agar berada di depan pita.

Karya Sultan Hamid II yang Menjadi Simbol Bangsa

Tidak banyak yang mengetahui bahwa perancang utama Garuda Pancasila adalah Sultan Hamid II. Rancangannya dipilih melalui proses panjang pencarian lambang negara setelah Indonesia merdeka.

Panitia Lambang Negara yang dibentuk pada 1950 akhirnya memilih rancangan Sultan Hamid II sebagai desain terbaik. Setelah melalui sejumlah penyempurnaan dan mendapat persetujuan Presiden Soekarno, bentuk final Garuda Pancasila disahkan dan diperkenalkan kepada publik pada tahun 1950.

pancasila-sebagai-dasar-negara 

Tantangan AI dan Pentingnya Verifikasi

Kemunculan AI generatif membuat pembuatan poster dan ilustrasi menjadi jauh lebih mudah. Namun, teknologi tersebut masih sering menghasilkan detail yang tidak akurat, terutama untuk simbol resmi negara yang memiliki aturan sangat spesifik.

Kasus ramainya gambar Garuda Pancasila yang salah pada sejumlah unggahan tahun ini menjadi pengingat bahwa penggunaan AI tetap memerlukan proses verifikasi manusia. Bentuk Garuda mungkin terlihat mirip secara visual, tetapi kesalahan kecil seperti jumlah bulu, susunan simbol, atau posisi elemen tertentu dapat membuatnya tidak lagi sesuai dengan lambang negara yang sah.

Pada akhirnya, memahami bentuk Garuda Pancasila yang benar bukan hanya soal desain grafis. Di balik setiap bulu, perisai, dan semboyan yang ada, tersimpan sejarah kemerdekaan, filosofi bangsa, serta identitas nasional yang telah diwariskan sejak awal berdirinya Republik Indonesia. (Adm)

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Total Populasi Desa Dukuhrejo

910 910

901 1811

1811

1811 1811

TOTAL : 1811 ORANG

910

LAKI-LAKI

901

PEREMPUAN

Lokasi Kantor Desa

Alamat:Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo
Desa : Dukuhrejo
Kecamatan : Bayan
Kabupaten : Purworejo
Kodepos : 54224

Peta Wilayah Desa

Transparansi Anggaran

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran:Rp 1.309.615.751,00
Realisasi:RP 1.256.766.409,00

95.96%

Belanja

Anggaran:Rp 1.183.606.540,00
Realisasi:RP 1.111.626.971,00

93.92%

Pembiayaan

Anggaran:Rp 186.579.789,00
Realisasi:RP 186.579.789,00

100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Anggaran:Rp 1.685.093,00
Realisasi:RP 1.685.093,00

100%

Hasil Aset Desa

Anggaran:Rp 113.275.736,00
Realisasi:RP 102.265.895,00

90.28%

Dana Desa

Anggaran:Rp 765.705.000,00
Realisasi:RP 765.705.000,00

100%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran:Rp 56.037.550,00
Realisasi:RP 37.060.550,00

66.14%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 326.292.400,00
Realisasi:RP 313.188.400,00

95.98%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran:Rp 45.421.272,00
Realisasi:RP 35.162.552,00

77.41%

Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Dengan Pihak Ketiga

Anggaran:Rp 838.700,00
Realisasi:RP 838.700,00

100%

Bunga Bank

Anggaran:Rp 360.000,00
Realisasi:RP 860.219,00

238.95%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran:Rp 559.256.090,00
Realisasi:RP 503.651.821,00

90.06%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran:Rp 240.564.800,00
Realisasi:RP 229.852.700,00

95.55%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran:Rp 313.872.450,00
Realisasi:RP 313.072.450,00

99.75%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran:Rp 15.913.200,00
Realisasi:RP 11.050.000,00

69.44%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran:Rp 54.000.000,00
Realisasi:RP 54.000.000,00

100%

Website Resmi
Pemerintah Desa Dukuhrejo
Kabupaten Purworejo

Desa
Dukuhrejo

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi

BERITA DESA

Ramai Salah Digambar AI, Bagaimana Lambang Garuda Pancasila yang Benar

DUKUHREJO – Perayaan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 diwarnai perbincangan warganet mengenai penggunaan gambar Garuda Pancasila hasil kecerdasan buatan (AI) yang dinilai tidak sesuai dengan bentuk resmi lambang negara. Sejumlah poster dan materi publikasi yang beredar di media sosial menjadi sorotan karena menampilkan detail Garuda yang keliru, mulai dari jumlah bulu hingga bentuk perisai dan pita semboyan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan publik: sebenarnya seperti apa bentuk Garuda Pancasila yang benar menurut aturan negara?

Bukan Sekadar Gambar Burung Garuda

Garuda Pancasila bukan sekadar ilustrasi burung berwarna emas. Bentuknya telah diatur secara resmi dalam peraturan perundang-undangan dan memiliki detail yang tidak boleh diubah sembarangan.

Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, lambang negara berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, mengenakan perisai di dada yang digantung dengan rantai pada leher, serta mencengkeram pita bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika".

Karena itu, perubahan bentuk, proporsi, maupun elemen-elemen penting pada lambang negara dapat menyebabkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya menjadi hilang atau berubah.

f202512241800322 

Jumlah Bulu Tidak Boleh Salah

Salah satu kesalahan yang paling sering ditemukan pada gambar hasil AI adalah jumlah bulu Garuda yang tidak sesuai dengan ketentuan resmi. Padahal, jumlah bulu pada Garuda Pancasila bukanlah ornamen biasa, melainkan simbol tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Jumlah bulu resmi Garuda Pancasila adalah:

  • 17 helai pada masing-masing sayap.
  • 8 helai pada ekor.
  • 19 helai pada pangkal ekor.
  • 45 helai pada leher.

Jika dirangkai, angka-angka tersebut membentuk tanggal 17 Agustus 1945, hari kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itulah, ketika AI menghasilkan gambar dengan jumlah bulu yang berbeda, banyak warganet langsung menyadari kesalahannya. Bahkan dalam berbagai diskusi daring, jumlah bulu sering menjadi indikator pertama untuk mengecek keakuratan gambar Garuda.

Lima Simbol dalam Perisai Harus Lengkap

Kesalahan lain yang sering muncul adalah penempatan simbol sila-sila Pancasila yang tidak sesuai atau bahkan hilang sebagian.

Perisai pada dada Garuda harus memuat lima lambang sila Pancasila:

  • Bintang emas untuk sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Rantai emas untuk sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
  • Pohon beringin untuk sila Persatuan Indonesia.
  • Kepala banteng untuk sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
  • Padi dan kapas untuk sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Di tengah perisai juga terdapat garis hitam tebal yang melambangkan garis khatulistiwa yang melintasi wilayah Indonesia.

Kepala Menoleh ke Kanan

Detail lain yang sering terlewat adalah arah pandangan Garuda. Dalam desain resmi, kepala Garuda harus menghadap ke kanan. Posisi ini telah ditetapkan dalam aturan negara sejak awal penetapan lambang negara.

4511004 

Selain itu, Garuda harus mencengkeram pita semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" dengan posisi yang sesuai desain resmi. Pada proses penyempurnaan lambang negara tahun 1950, Presiden Soekarno bahkan meminta sejumlah perubahan detail, termasuk penambahan jambul pada kepala Garuda dan perubahan posisi cakar agar berada di depan pita.

Karya Sultan Hamid II yang Menjadi Simbol Bangsa

Tidak banyak yang mengetahui bahwa perancang utama Garuda Pancasila adalah Sultan Hamid II. Rancangannya dipilih melalui proses panjang pencarian lambang negara setelah Indonesia merdeka.

Panitia Lambang Negara yang dibentuk pada 1950 akhirnya memilih rancangan Sultan Hamid II sebagai desain terbaik. Setelah melalui sejumlah penyempurnaan dan mendapat persetujuan Presiden Soekarno, bentuk final Garuda Pancasila disahkan dan diperkenalkan kepada publik pada tahun 1950.

pancasila-sebagai-dasar-negara 

Tantangan AI dan Pentingnya Verifikasi

Kemunculan AI generatif membuat pembuatan poster dan ilustrasi menjadi jauh lebih mudah. Namun, teknologi tersebut masih sering menghasilkan detail yang tidak akurat, terutama untuk simbol resmi negara yang memiliki aturan sangat spesifik.

Kasus ramainya gambar Garuda Pancasila yang salah pada sejumlah unggahan tahun ini menjadi pengingat bahwa penggunaan AI tetap memerlukan proses verifikasi manusia. Bentuk Garuda mungkin terlihat mirip secara visual, tetapi kesalahan kecil seperti jumlah bulu, susunan simbol, atau posisi elemen tertentu dapat membuatnya tidak lagi sesuai dengan lambang negara yang sah.

Pada akhirnya, memahami bentuk Garuda Pancasila yang benar bukan hanya soal desain grafis. Di balik setiap bulu, perisai, dan semboyan yang ada, tersimpan sejarah kemerdekaan, filosofi bangsa, serta identitas nasional yang telah diwariskan sejak awal berdirinya Republik Indonesia. (Adm)

Beri Komentar

Komentar Facebook