Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
Mohon maaf, untuk saat ini data belum tersedia...
| Hari ini | : | 458 |
| Kemarin | : | 68 |
| Total | : | 38.493 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.88 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Info
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penerapan ekonomi Pancasila dalam pidatonya saat menjadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia kini harus memiliki cita-cita yang lebih besar dan berani, tidak sekadar berfokus pada pembangunan semata. Menurutnya, bangsa Indonesia tengah menjalankan strategi transformasi nasional yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
"Kita tidak hanya berbicara tentang pembangunan. Saat ini kita memiliki cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan terus menjalankan strategi transformasi bangsa yang sejalan dengan Pancasila," ujarnya.
Prabowo meyakini bahwa apabila prinsip-prinsip ekonomi Pancasila diterapkan secara konsisten, Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang bergantung pada bantuan negara lain. Ia menilai tidak ada negara yang akan terus-menerus menaruh belas kasihan ketika rakyat Indonesia menghadapi kesulitan dan kelaparan. Karena itu, Pancasila harus dijalankan secara sungguh-sungguh dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari politik, hukum, sosial, budaya, hingga ekonomi.
Prabowo menjelaskan bahwa ekonomi Pancasila bertujuan menciptakan kesejahteraan rakyat secara nyata. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan pertumbuhan yang tercermin dalam angka-angka statistik, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus memastikan seluruh rakyat Indonesia, terutama kelompok yang paling lemah, miskin, dan rentan, memperoleh kehidupan yang lebih baik, termasuk akses terhadap gizi yang memadai bagi anak-anak.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut ekonomi Pancasila sebagai sistem ekonomi yang religius, menjunjung nilai kemanusiaan, serta memperkuat persatuan nasional. Dalam pandangannya, kekayaan alam Indonesia bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan amanah Tuhan yang harus dikelola secara bertanggung jawab demi kemakmuran rakyat dan keberlanjutan generasi mendatang.
Karena itu, seluruh lapisan masyarakat harus memperoleh hak-haknya secara adil. Petani, misalnya, harus mendapatkan pupuk tepat waktu dengan harga yang wajar. Nelayan juga perlu memperoleh akses pasar yang adil, dukungan, dan pemberdayaan karena mereka berperan penting sebagai penyedia sumber protein bagi masyarakat.
Selain itu, para pekerja harus mendapatkan kesempatan kerja dan penghasilan yang layak. Prabowo menegaskan bahwa nasib pekerja harus mendapat perlindungan dan dukungan dari negara.
Ia menambahkan bahwa ekonomi Pancasila harus berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat luas, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak.
Prabowo mengingatkan bahwa arah pembangunan ekonomi Indonesia telah diatur secara jelas dalam konstitusi. Ia merujuk pada Pasal 33 UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Menurutnya, konsep tersebut merupakan warisan pemikiran para pendiri bangsa, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan tokoh-tokoh lainnya.
Berdasarkan prinsip itu, Prabowo menilai koperasi harus diperkuat dan dibangkitkan kembali sebagai salah satu instrumen utama untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan dan ketidakberdayaan.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dalam pembangunan nasional, rakyat harus berperan sebagai pelaku utama, bukan hanya menjadi objek atau alat pembangunan.
Prabowo mengakui bahwa ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan selama beberapa dekade terakhir. Namun, ia mengajak seluruh pihak untuk melakukan evaluasi secara jujur mengenai pemerataan hasil pertumbuhan tersebut.
Menurutnya, pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah manfaat pertumbuhan ekonomi sudah dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat Indonesia.
Ia menegaskan pentingnya mengakui berbagai kelemahan dan tantangan yang masih dihadapi bangsa agar solusi yang tepat dapat dirumuskan.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu produsen utama berbagai komoditas strategis yang dibutuhkan dunia modern dan industri teknologi tinggi.
Beberapa komoditas yang disebutkan antara lain tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, nikel, batu bara, kelapa sawit, serta berbagai hasil pertanian penting lainnya.
Selain itu, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada pangan. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal penting di tengah kondisi banyak negara yang masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.
"Di saat banyak negara menghadapi tantangan pangan, Indonesia kini berada dalam posisi yang lebih siap karena telah mencapai swasembada pangan," kata Prabowo.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Dukuhrejo
910 910
901 1811
1811
1811 1811
TOTAL : 1811 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Jl. Parto Sudiro RT 02 RW 02 Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo |
| Desa | : | Dukuhrejo |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 1.309.615.751,00 |
| Realisasi | : | RP 1.256.766.409,00 |
95.96%
| Anggaran | : | Rp 1.183.606.540,00 |
| Realisasi | : | RP 1.111.626.971,00 |
93.92%
| Anggaran | : | Rp 186.579.789,00 |
| Realisasi | : | RP 186.579.789,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 1.685.093,00 |
| Realisasi | : | RP 1.685.093,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 113.275.736,00 |
| Realisasi | : | RP 102.265.895,00 |
90.28%
| Anggaran | : | Rp 765.705.000,00 |
| Realisasi | : | RP 765.705.000,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 56.037.550,00 |
| Realisasi | : | RP 37.060.550,00 |
66.14%
| Anggaran | : | Rp 326.292.400,00 |
| Realisasi | : | RP 313.188.400,00 |
95.98%
| Anggaran | : | Rp 45.421.272,00 |
| Realisasi | : | RP 35.162.552,00 |
77.41%
| Anggaran | : | Rp 838.700,00 |
| Realisasi | : | RP 838.700,00 |
100%
| Anggaran | : | Rp 360.000,00 |
| Realisasi | : | RP 860.219,00 |
238.95%
| Anggaran | : | Rp 559.256.090,00 |
| Realisasi | : | RP 503.651.821,00 |
90.06%
| Anggaran | : | Rp 240.564.800,00 |
| Realisasi | : | RP 229.852.700,00 |
95.55%
| Anggaran | : | Rp 313.872.450,00 |
| Realisasi | : | RP 313.072.450,00 |
99.75%
| Anggaran | : | Rp 15.913.200,00 |
| Realisasi | : | RP 11.050.000,00 |
69.44%
| Anggaran | : | Rp 54.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 54.000.000,00 |
100%
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penerapan ekonomi Pancasila dalam pidatonya saat menjadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia kini harus memiliki cita-cita yang lebih besar dan berani, tidak sekadar berfokus pada pembangunan semata. Menurutnya, bangsa Indonesia tengah menjalankan strategi transformasi nasional yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
"Kita tidak hanya berbicara tentang pembangunan. Saat ini kita memiliki cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan terus menjalankan strategi transformasi bangsa yang sejalan dengan Pancasila," ujarnya.
Prabowo meyakini bahwa apabila prinsip-prinsip ekonomi Pancasila diterapkan secara konsisten, Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang bergantung pada bantuan negara lain. Ia menilai tidak ada negara yang akan terus-menerus menaruh belas kasihan ketika rakyat Indonesia menghadapi kesulitan dan kelaparan. Karena itu, Pancasila harus dijalankan secara sungguh-sungguh dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari politik, hukum, sosial, budaya, hingga ekonomi.
Prabowo menjelaskan bahwa ekonomi Pancasila bertujuan menciptakan kesejahteraan rakyat secara nyata. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan pertumbuhan yang tercermin dalam angka-angka statistik, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus memastikan seluruh rakyat Indonesia, terutama kelompok yang paling lemah, miskin, dan rentan, memperoleh kehidupan yang lebih baik, termasuk akses terhadap gizi yang memadai bagi anak-anak.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut ekonomi Pancasila sebagai sistem ekonomi yang religius, menjunjung nilai kemanusiaan, serta memperkuat persatuan nasional. Dalam pandangannya, kekayaan alam Indonesia bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan amanah Tuhan yang harus dikelola secara bertanggung jawab demi kemakmuran rakyat dan keberlanjutan generasi mendatang.
Karena itu, seluruh lapisan masyarakat harus memperoleh hak-haknya secara adil. Petani, misalnya, harus mendapatkan pupuk tepat waktu dengan harga yang wajar. Nelayan juga perlu memperoleh akses pasar yang adil, dukungan, dan pemberdayaan karena mereka berperan penting sebagai penyedia sumber protein bagi masyarakat.
Selain itu, para pekerja harus mendapatkan kesempatan kerja dan penghasilan yang layak. Prabowo menegaskan bahwa nasib pekerja harus mendapat perlindungan dan dukungan dari negara.
Ia menambahkan bahwa ekonomi Pancasila harus berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat luas, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak.
Prabowo mengingatkan bahwa arah pembangunan ekonomi Indonesia telah diatur secara jelas dalam konstitusi. Ia merujuk pada Pasal 33 UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Menurutnya, konsep tersebut merupakan warisan pemikiran para pendiri bangsa, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan tokoh-tokoh lainnya.
Berdasarkan prinsip itu, Prabowo menilai koperasi harus diperkuat dan dibangkitkan kembali sebagai salah satu instrumen utama untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan dan ketidakberdayaan.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dalam pembangunan nasional, rakyat harus berperan sebagai pelaku utama, bukan hanya menjadi objek atau alat pembangunan.
Prabowo mengakui bahwa ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan selama beberapa dekade terakhir. Namun, ia mengajak seluruh pihak untuk melakukan evaluasi secara jujur mengenai pemerataan hasil pertumbuhan tersebut.
Menurutnya, pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah manfaat pertumbuhan ekonomi sudah dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat Indonesia.
Ia menegaskan pentingnya mengakui berbagai kelemahan dan tantangan yang masih dihadapi bangsa agar solusi yang tepat dapat dirumuskan.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu produsen utama berbagai komoditas strategis yang dibutuhkan dunia modern dan industri teknologi tinggi.
Beberapa komoditas yang disebutkan antara lain tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, nikel, batu bara, kelapa sawit, serta berbagai hasil pertanian penting lainnya.
Selain itu, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada pangan. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal penting di tengah kondisi banyak negara yang masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.
"Di saat banyak negara menghadapi tantangan pangan, Indonesia kini berada dalam posisi yang lebih siap karena telah mencapai swasembada pangan," kata Prabowo.
Titik sudarti
21 Oktober 2026 07:29:23
Keren Semangat bekerja dan selamat berjuang Terus semangat dalam berinovasi mencari terobosan baru...