Kolaborasi antara dua lembaga melahirkan Program BPD Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) yang selaras dengan inisiatif Kejaksaan Agung. Program ini menekankan pendekatan preventif untuk mencegah korupsi di tingkat desa. Kejaksaan juga memberi penguatan fungsi BPD dalam menyusun peraturan desa, mengawasi kinerja kepala desa, dan membuat laporan berkala secara rutin.
Sebagai asosiasi yang sedang tumbuh, kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan pengurus DPP ABPEDNAS. Di sini Indra yang berlatar belakang jurnalis di bidang properti merasa beruntung bisa menjadi jembatan untuk berhubungan dengan berbagai pihak. Ia menyebut contoh pada pelaksanaan program 3 juta rumah Presiden Prabowo, yang 2 juta dari jumlah tersebut ditujukan pada wilayah pedesaan (meliputi wilayah pesisir).
“Desa akan bangkit, rumah tak layak menjadi layak, kesenjangan kota-desa menyempit serta rakyat desa hidup lebih sejahtera. Hubungan dengan dunia properti selama ini, membuka peluang lebih luas bagi saya dan ABPEDNAS untuk menyukseskan program tersebut,” kata Indra yang saat ini juga menjadi Komisaris Independen PT Waskita Beton Precast Tbk.
Jurnalis Properti
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat ABPEDNAS Indonesia (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) Indra Utama (kanan) dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar di Grand Anara Hotel, Terminal 3 Domestik Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Ahad, 14 Desember 2025. Dok. ABPEDNAS
Indra memasuki dunia jurnalistik secara kebetulan setelah memenangkan lomba menulis di sebuah majalah remaja ketika duduk di bangku SMA. Lantaran hadiah yang diterima cukup memuaskan ia makin bersemangat menulis dan memutuskan memilih fokus di bidang properti setelah menjadi wartawan.
“Wartawan itu kan tahu tentang banyak hal tetapi tidak mendalam. Dengan fokus di bidang properti saya bisa mendalaminya. Ternyata mengasyikkan,” ujarnya.
Jaringan media membantu Indra menjembatani berbagai isu, seperti penolakan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) untuk anggota BPD. Kemampuan di bidang komunikasi ini juga mempercepat gerakan ABPEDNAS melalui podcast, live streaming, dan kolaborasi media. Pendidikan Indra di teknik sipil dan magister planologi (Magister Perencanaan Wilayah dan Kota -M.PWK) semakin memperkaya visinya, menghubungkan properti dengan penataan desa. Ia juga memegang gelar Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), serta meraih Doktor H.C. bidang inovasi media dan entrepreneurship.
Di tengah kesibukannya menyelesaikan program Doktor Ilmu Hukum Bisnis di Universitas Pancasila, Indra juga dipercaya sebagai anggota Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Universitas Pancasila, menjadi Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Jakarta, Pengurus KADIN Pusat, serta menjadi narasumber seminar nasional dan forum pengembangan SDM.
Di komunitas perumahan, pria kelahiran Curup, Bengkulu ini, menjadi salah satu deklarator The HUD Institute, LSM yang mengkaji kebijakan perumahan bersama mantan menteri dan pakar. Di bidang koperasi, ia mendirikan Koperasi Bersatu Maju Bersama bersama alumni Universitas Pancasila, serta terlibat dalam Koperasi Saudagar Minang Raya (SMR), Koperasi Sabut Kelapa (KOSAPA), dan Koperasi Perumahan Rakyat Nusantara (KPRN).
Sebagai jurnalis, Indra produktif menulis dan menerbitkan sejumlah buku di bidang properti, jurnalisme, komunikasi strategis, serta motivasi bisnis. Ia percaya bahwa pendidikan dan kompetensi adalah kunci meningkatkan kesejahteraan dan daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Sumber : https://www.tempo.co/info-tempo/indra-utama-dan-abpednas-menjembatani-kemandirian-desa-2112748?