PURWOREJO – Kesenian tradisional kembali menunjukkan daya tariknya di mata dunia. Sejumlah wisatawan mancanegara asal Amerika Serikat dan Inggris tampak antusias mengikuti kegiatan belajar Tari Dolalak di Sanggar Mardhika, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, para wisatawan tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan gerakan dasar Tari Dolalak bersama para penari dan pelatih sanggar.
Dengan penuh semangat, mereka mencoba mengikuti setiap gerakan, mulai dari langkah kaki, ayunan tangan, hingga gerakan kirig yang menjadi salah satu ciri khas dalam tarian tersebut.
Suasana latihan berlangsung meriah dan penuh keakraban. Meski baru pertama kali mencoba, para wisatawan terlihat menikmati setiap proses belajar sambil sesekali tertawa ketika gerakan yang mereka lakukan belum sepenuhnya selaras dengan irama musik pengiring.
Tari Dolalak sendiri merupakan kesenian tradisional khas Purworejo yang telah berkembang sejak masa kolonial Belanda. Tarian ini terinspirasi dari gerakan baris-berbaris para serdadu Belanda yang kemudian ditiru dan dikembangkan oleh masyarakat setempat hingga menjadi kesenian rakyat yang unik dan sarat nilai budaya.
Pelatih Sanggar Mardhika, Rizka Yuana Putri, menjelaskan bahwa kegiatan belajar tari tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan asing. Selain sebagai hiburan, Tari Dolalak juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, sopan santun, serta penghormatan kepada sesama.
“Kami ingin mengenalkan Dolalak tidak hanya sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang memiliki makna dan sejarah panjang bagi masyarakat Purworejo,” ujarnya, pada Selasa (17/3/2026)
Para wisatawan mengaku sangat senang dapat merasakan pengalaman belajar langsung seni tradisional Indonesia. Menurut mereka, gerakan Tari Dolalak terlihat sederhana, namun membutuhkan konsentrasi, koordinasi, dan kekompakan.
“Ini pengalaman yang sangat menyenangkan. Kami bisa belajar budaya lokal secara langsung dan merasakan energi dari tarian tradisional Indonesia,” ujar salah satu wisatawan asal Amerika Serikat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana promosi budaya yang efektif. Dengan semakin banyaknya wisatawan mancanegara yang tertarik mempelajari seni tradisional, diharapkan kesenian Dolalak dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Purworejo.
Sanggar Mardhika pun berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang. Melalui interaksi langsung antara seniman lokal dan wisatawan, seni tradisional tidak hanya dikenal oleh masyarakat daerah, tetapi juga mendapat apresiasi dari masyarakat internasional.
https://www.purworejo24.com/2026/03/wisatawan-amerika-dan-inggris-antusias-belajar-tari-dolalak-di-sanggar-mardhika-purworejo/